6 Peristiwa Heboh Dunia Tahun 2012

Diposting oleh Unknown

Tahun 2012 segera berakhir. Bberbagai rentetan peristiwa dunia tak
terlupakan datang dan pergi dari awal hingga akhir tahun. Semua itu
berdampak cukup besar dalam bidang ekonomi, politik, sosial dan budaya
internasional.

Berikut 6 peristiwa besar dari berbagai penjuru dunia :

1. Penembakan Brutal di AS

Tahun
2012 diwarnai aksi penembakan brutal di berbagai belahan dunia. Insiden
terparah terjadi saat pemutaran perdana seri terakhir trilogi Batman
The Dark Knight Rises. Siapa sangka, niat menyaksikan idola pahlawan
komik kesayangan berujung pada kematian. Ketika itu, 20 Agustus 2012,
seorang pemuda bertopeng datang secara tiba-tiba saat warga Colorado,
AS, sedang menikmati aksi pahlawan kelelawar di bioskop.

Aksi
pemuda yang mengaku dirinya Joker, sang musuh Batman itu dimulai dari
pelemparan tabung gas air mata ke arah penonton dari samping. Pelaku
bernama James Holmes ini kemudian berdiri di depan layar dan melepaskan
tembakan ke arah penonton yang sedang asyik duduk di bangku, ibaratnya
pelaku seperti melempari batu ke arah buah-buahan di atas pohon. Sesaat
kemudian, pria yang mengenakan rompi antipeluru dan helm menaiki tangga
dan melanjutkan tembakan secara membabi buta.

Akibat aksi
brutalnya ini, 12 orang tewas dan 58 orang lainnya terluka. 10 Korban
tewas mati di tempat, sedangkan dua orang lainnya meninggal dunia
setelah dibawa ke rumah sakit. Korban luka-luka sebanyak 30 orang
dirawat di rumah sakit. Tiga di antaranya adalah warga negara Indonesia
(WNI) yakni Anggiat Mora Situmeang (45) menderita luka memar di mata
kiri akibat serpihan dinding, istrinya yaitu Rita Paulina boru Silalahi
(45) menderita luka di lengan dan kakinya, serta anaknya yakni Prodeo Et
Patria Situmeang (15) yang menderita luka tembak di punggung bawah
kiri. Ketiganya membaik usai menjalani operasi. Pemutaran perdana The
Dark Knight Rises di sejumlah negara, termasuk di Prancis dan Meksiko
pun dibatalkan.

Penembakan brutal juga terjadi di sekolah dasar
Sandy Hook, Newtown, Connecticut, AS. Ketika itu, 14 Desember 2012, Adam
Lanza memberondongkan timah panas ke sekolah. Dalam melakukan aksinya,
Adam mengenakan pakaian gelap, masker, rompi antipeluru dan membawa
empat senjata. Pemuda 24 tahun yang juga anak dari relawan guru di
sekolah itu tewas bunuh diri setelah menembak mati 18 anak-anak dan 8
orang dewasa, termasuk ibunya.

2. Kate Middleton Hamil

Setahun
sudah telah berlalu sejak pernikahan termewah abad ini yang
mempersatukan anggota anggota kerajaan Inggris Pangeran William dan Kate
Middleton dalam ikatan janji suci di Westminster Abbey pada 29 April
2011. Kabar gembira menyelimuti kerajaan Inggris pada awal Desember 2012
saat mengumumkan Kate tengah mengandung anak pertama.

Namun
The Duchess of Cambridge ini mengalami morning sickness parah sehingga
harus dirawat selama 4 hari di Rumah Sakit Edward VII. William mengantar
Kate ke rumah sakit dan dengan setia bolak-balik menjenguk sang istri
yang topless-nya sempat beredar. Jika semua berjalan normal, Kate
kemungkinan akan melahirkan cicit Ratu Elizabeth II ini pada akhir
Agustus 2013. Sang anak akan menjadi pewaris tahta Inggris.

Kabar
gembira ini kemudian ternoda dengan bunuh dirinya seorang perawat RS
King Edwar VII bernama Jacintha Saldanha (46). Perempuan malang ini
sebelumnya ditipu dua penyiar radio asal Australia yang menelepon rumah
sakit, mengaku sebagai Ratu Elizabeth II dan Pangeran Charles yang ingin
mengetahui kondisi Kate.

3. Konflik Dunia

Konflik
dunia kian hari kian meluas dan mencekam. Perseteruan terjadi di area
medan perang dan juga ranah diplomatik. Seperti yang terjadi dengan
Israel dan Palestina. Konflik yang berawal dari Deklarasi Balfour oleh
Inggris pada 1920 ini masih mendunia hingga sekarang. Terakhir, Israel
berencana mendirikan ribuan pemukiman di area yang diakui Internasional
sebagai milik Palestina. Israel melakukan hal tersebut karena geram
dengan keputusan PBB yang memberikan status negara untuk Palestina.

Pertempuran
antara pasukan Israel dan kelompok Hamas di Jalur Gaza, Palestina,
terakhir terjadi pada pertengahan November 2012 lalu. Peristiwa yang
berlangsung hampir 2 minggu itu telah menelan ratusan korban dari segala
usia. Mulai dari bayi tak berdosa, bocah-bocah kecil, hingga wanita dan
para lanjut usia ikut menjadi sasaran serangan pasukan Israel. Selain
kehilangan nyawa, serangan yang terjadi di jalur Gaza selama 8 hari
berturut-turut itu juga menyebabkan kerugian hingga Rp 11,5 triliun.

Konflik
lain terjadi di Suriah. Perang saudara terus berkecamuk antara militer
pemerintah dan pasukan pemberontak. Sudah hampir 21 bulan, rentetan
serangan senjata api dan bom hampir setiap hari menghujani seluruh
wilayah Suriah. Krisis ini tercatat sebagai kondisi terburuk yang paling
lama dibanding kebangkitan di Tunisia, Mesir, dan Libia.

Kubu
pemerintah di bawah Presiden Bashar al-Assad tetap pada pendirian untuk
menghadang para pasukan pemberontak yang mereka sebut sebagai kelompok
teroris. Bahkan, pemerintah mengklaim oposisi yang terus membangkang itu
merupakan jelmaan Barat di bawah AS dan Inggris. Sementara pasukan
oposisi tetap bersikeras rezim pemerintah Assad harus segera
digulingkan. Pemerintah dinilai sudah tidak becus dan adil mengurusi
rakyat. Assad disebut-sebut sebagai pemimpin yang gila kekuasaan.
Sampai-sampai, ia tak mengubris ajakan keluarganya untuk segera
meninggalkan negara yang dipimpinnya sejak tahun 2000 itu. Upaya damai
telah dicoba PBB, seperti mediasi dan gencatan senjata. Namun tetap tak
membuahkan hasil. Catatan terakhir, jumlah korban tewas sejak konflik
Suriah mengerupsi Maret 2011 lalu sudah mencapai lebih dari 40 ribu
orang. Sedangkan jumlah pengungsi mencapai lebih dari 500 ribu orang.
UNHCR menyebutkan jumlah pengungsi yang terdaftar dari Suriah naik
sekitar 3 ribu orang setiap hari pada November, di tengah konflik yang
terus berlanjut.

Berbeda dengan di belahan Asia Timur.
Perseteruan dua negara serumpun, yakni Korea Utara dan Korea Selatan
masih berlangsung, meski hanya sebatas isu dan retorika gertakan semata.
Korsel berkali-kali menggelar latihan militer bersama sekutunya, AS
yang dinilai memprovokasi Korut. Sementara Korut terus memprovokasi
Korsel sekaligus membawa angin ketakutan ke dunia dengan ancaman
peluncuran roketnya. Sudah berulang kali Korut dihujam, dikritik, dan
dikecam dunia internasional, termasuk negara 'musuh bebuyutannya' Korsel
yang berada di bawah 'ketiak' AS. Aksi ini dianggap melanggar resolusi
Dewan Keamanan PBB nomor 1718 dan 1874 yang melarang Korut melakukan uji
coba rudal. Namun, negara yang terletak di Asia Timur ini tetap keras
kepala.

4. Angin Ngamuk Dunia

Bencana
angin 'ngamuk' di berbagai belahan dunia semakin lama semakin menjadi.
Selama tahun 2012, angin topan berhembus superkencang di beberapa
negara. Tiupan terdasyat terjadi di AS dan Filipina. Topan Sandy di
Negeri Paman Sam telah meluluhlantakkan seluruh bangunan. Korban tewas
mencapai sekitar 97 orang. Lumpuhnya sistem transportasi kereta api
bawah tanah, matinya pasokan listrik, banjir di beberapa negara bagian
juga menjadi dampak besar bagi negara adidaya ini. Kemegahan Kota New
York sebagai salah satu kota terbesar pun sirna. Topan yang terjadi pada
akhir Oktober ini juga menghambat kampanye Barack Obama dan Mitt Romney
yang saat itu sedang bertarung dalam Pemilihan Presiden AS 2012.

Angin
maha dashyat juga menerjang Filipina. Topan Bopha yang terjadi pada
awal Desember ini telah merenggut nyawa 1.050 orang. Dari jumlah
tersebut, 694 orang telah diidentifikasi. Sekitar 838 masih hilang
sementara 2.662 lainnya luka-luka. Dewan Pelaksana dan Pengurangan
Risiko Bencana Nasional (NDRRMC) menyatakan kerusakan untuk properti
diperkirakan meningkat menjadi 34,40 miliar peso. Kerusakan tersebut
terdiri dari 7.833.386.310 peso di bidang infrastruktur,
26.526.663.474,07 peso di bidang pertanian dan 49.361.413 peso di bidang
properti pribadi.

Menurut beberapa ahli, pemanasan global adalah
salah satu penyebab besar terjadinya angin ngamuk ini. Angin topan
diperkirakan akan kembali terjadi dengan hembusan yang lebih kencang
karena penguapan air yang menimbulkan gas efek rumah kaca terus
meningkat.

5. Innnocence of Muslims

Beredarnya
trailer film Innocence of Muslims di YouTube mengundang kemarahan warga
muslim di seluruh dunia, terutama di Timur Tengah. Film tersebut
dianggap melecehkan tokoh besar umat muslim yakni Nabi Muhammad SAW.
Dalam film tersebut, Nabi Muhammad SAW digambarkan sebagai seorang penipu
(mengarang Alquran dan mengaku seorang nabi), pria hidung belang
(banyak istri, gundik dan budak seks), dan seorang paedofil (penyuka
hubungan seks dengan anak kecil) dengan menikahi Siti Aisah anak Abu
Bakar Sidiq pada usia 6 tahun. Dengan gambaran tersebut, Nabi Muhammad
SAW seolah-olah tidak layak menyandang predikat sebagai seorang nabi.
Umumnya seorang nabi sangat dekat dengan kesucian hati.

Peluncuran
film kontroversial garapan sutradara bernama Sam Bacil atau Nakoula
Basseley Nakoula pada pekan kedua November ini akhirnya menimbulkan
gelombang protes di beberapa negara seperti Libya, Mesir dan
Afghanistan. Puncaknya, konsulat AS di Benghazi, Libya diserang.
Akibatnya Duta Besar AS untuk Libya bersama tiga staf AS lainnya tewas.
Protes massal mengemuka di Kedutaan Besar AS di Kairo dengan penurunan
bendera AS. Begitu juga di Afghanistan. Protes juga dilakukan dengan
upaya pemblokiran situs jejaring YouTube yang dilakukan Arab Saudi,
Afghanistan, dan Mesir.

Gelombang protes dari berbagai lini
membuat pemerintah AS menahan sutradara Innocence of Muslims, Nakoula
Basseley Nakoula di California, AS. Namun Pengadilan AS hanya memvonis 1
tahun penjara. Itu pun bukan karena film yang dibuatnya, melainkan
karena melanggar hukuman masa percobaan yang sedang menjeratnya.

6. Pilpres AS

Dua
kandidat calon presiden AS, Barack Obama dan Mitt Romney menyedot
perhatian dunia dalam pertarungan merebut kursi presiden. Obama-Romney
sama-sama optimistis dan berambisi memenangkan hati warga AS. Kedua
calon saling mengeluarkan jurus jitu. Pro dan kontra pun mewarnai
perjalanan pemilihan presiden AS.

Meski akhirnya dimenangi oleh Obama yang saat itu masih menjabat sebagai Presiden AS, namun
pertempuran keduanya untuk menjadi pemimpin AS sangat sengit. Obama
yang tampil kalem pada awal kampanyenya, dijatuhkan oleh Romney dengan
menyebut pemerintahan yang dipimpin Obama gagal.
Sementara Romney dinilai para pendukung Obama tak pantas menjadi
pemimpin. Karena mantan pengusaha multijutawan itu dianggap hanya
bergaul dengan kalangan eksekutif saja, tak bisa berbaur dengan
masyarakat menengah ke bawah. Meski Romney menjanjikan masyarakat AS
untuk menciptakan negara itu lebih baik lagi.

Dalam
perjalanan kampanyenya, kedua calon Presiden AS itu sempat diguncang
oleh peristiwa bencana badai dahsyat Sandy. Bencana yang menelan korban
sekitar 163 orang itu bahkan memorak-porandakan beberapa penjuru wilayah
AS, serta menjadi ancaman penundaan berlangsungnya Pemilu AS, yang
otomatis juga berpengaruh kepada Obama dan Romney. Namun saat itulah
perangai asli calon presiden AS justru terlihat. Ketika Romney sibuk
melanjutkan kampanye di tengah bencana badai Sandy, Obama justru
menghentikan kampanyenya dan mengunjungi para korban. Kebaikan memang
selalu berbuah manis, tindakan Obama justru mendapat simpati banyak
masyarakat AS. Sehingga ia pun berhasil unggul dari Romney yang
berlangsung pada pekan kedua November.