Alasan Mengapa Wanita Selalu Bertahan Dalam Hubungan Yang Buruk

Diposting oleh Muhammad Akbar Wibowo


Alasan Mengapa Wanita Selalu Bertahan Dalam Hubungan Yang Buruk

Tidak semua dalam hubungan itu berjalan sesuai harapan, semua orang menginginkan dalam hubungan itu terjain hubungan yang harmonis, dan menyenangkan. Tapi biasanya, ada saja masalah yang membuat hubungan yang tadinya harmonis itu menjadi buruk, dan tidak menyenangkan.



Tapi, tahukah kamu? Dalam hubungan yang buruk dan tidak harmonis, wanita cenderung lebih memilih bertahan daripada memilih untuk memutuskan hubungan itu. Walaupun wanita itu selalu direndahkan, diselingkuhi, disakiti pasangannya tetapi dia selalu tegar dan lebih memilih hidup tertekan dibandingkan memilih untuk mengakhiri hubungannya.

Nah, kali ini Mba An akan kasih tahu alasan kenapa wanita lebih memilih bertahan dalam hubungan yang tidak sehat ? Berikut alasannya :

1. Takut jika harus melajang lagi




Rihanna dan
Jennifer Lopez adalah contoh perempuan yang paling tak suka menjadi
lajang. Pada majalah Esquire tahun lalu, Rihanna mengungkapkan bahwa ia
benci jika tidak didampingi seorang pria. Karenanya, ia berharap bisa
menemukan pria istimewa untuk berbagi hidup. Dan, kita tahu Rihanna
sekarang kembali ke pelukan kekasih lama yang dulu melakukan kekerasan
padanya, Chris Brown.

2. Tak ingin menghadapi stigma negatif menjadi janda. 




Banyak artis yang setelah bercerai seperti terburu-buru untuk menikah
lagi. Alasannya, khawatir menjadi bahan gunjingan masyarakat jika
terlalu lama menjadi janda. Misalnya, tak baik bila terlalu lama
didampingi teman pria tanpa status yang jelas. Demi status, akhirnya
beberapa di antara mereka kembali terjebak dalam hubungan yang sama
buruknya.

3. Menginginkan anak. 




Sebagian
perempuan mengesampingkan hubungan yang buruk dengan suami, karena masih
berharap untuk mempunyai anak. Beberapa perempuan juga berharap bahwa
kehadiran anak bisa mengubah perilaku suami yang mengabaikan dirinya,
misalnya kerap berselingkuh, atau kerap menghabiskan waktunya sendiri
bersama teman-temannya.

4. Enggan menyakiti hati pasangan




Kadang-kadang, pria lah yang tak mau ditinggalkan dalam suatu hubungan
yang buruk. Namun meskipun merasa tak bahagia, perempuan enggan
mengakhiri hubungan tersebut karena tak ingin menyakiti hati
pasangannya. Akibatnya, perempuan ini tak bisa melanjutkan kehidupannya
dengan bebas dengan orang lain, dan terpaksa hidup dalam tekanan.




5. Tidak ingin anak-anaknya susah. 



Perceraian orangtua sering membuat anak-anak menjadi korban. Dari sisi
perempuan, ketika ia tidak bekerja, ia tak ingin anak-anaknya hidup
susah jika ikut bersamanya. Selain itu, mereka tak ingin anak-anak
berada di tengah-tengah pertikaian orangtuanya, jika perceraian itu
masih menyisakan masalah.

6. Dengan bertahan, perempuan berharap semuanya menjadi lebih baik




Banyak perempuan yang menaruh harap bahwa lama-kelamaan sang suami akan
tersadar bahwa sikapnya selama ini salah, dan berusaha memperbaiki
hubungan. Bagaimana pun juga, setiap orang perlu diberi kesempatan kedua
untuk memperbaiki diri. Dengan sama-sama berkomitmen untuk mengubah
sikap, siapa tahu perkawinan bisa diselamatkan.

7. Takut tak bisa menemukan pria yang lebih baik




Ketika hubungan dengan suami sudah berjalan lama, bisa jadi perempuan
itu jadi bergantung pada sosok suami. Apalagi ia sendiri tidak
mengembangkan kehidupan sosial dengan baik, sehingga tidak mempunyai
lingkaran pergaulan yang luas. Ia sangsi akan dapat menemukan pria yang
lebih baik daripada sang suami.

8. Menganggap dirinya sebagai sumber masalah.
 




Tuntutan menjadi perempuan yang sempurna sering membuat perempuan
memaksa dirinya untuk mampu melakukan segalanya. Ketika ada sesuatu yang
tidak berjalan dengan baik, misalkan prestasi anak menurun, atau anak
memukul teman-temannya di sekolah, perempuan lantas merasa ia lah yang
tidak becus mendidiknya. Dengan demikian, ia terus bertahan dalam
hubungan tersebut karena ingin "menebus" kesalahannya.




9. Tidak memahami bagaimana hubungan yang sehat. 



Perceraian orangtua menjadi penyebab mengapa hubungan Drew Barrymore
dengan banyak pria selalu kandas. Pernikahan pertamanya dengan seorang
pengusaha bar hanya berjalan tiga minggu. Drew mengaku, kegagalannya
dalam membina hubungan sebagian disebabkan karena ia tak pernah mendapat
contoh dari orangtuanya bagaimana relasi suami istri yang baik.
Untunglah kini Drew telah berhasil menemukan pria idamannya, Will Kopel,
dan mereka baru saja dianugerahi bayi perempuan yang sehat.