Suami Kubur Istri saat Pingsan

Diposting oleh Unknown

Suami Kubur Istri saat Pingsan

Berdasarkan hasil otopsi pihak rumah sakit, Yance Sunis Sinaga tewas
akibat kehabisan oksigen, saat ditimbun berbagai material bangunan
ketika dibuang dalam lubang WC oleh suaminya, Antonius Sinaga, Senin
(29/10/2012) lalu.


Demikian diungkapkan Kapolres Kupang Kota AKBP
Tito Basuki Priyanto, melalui Kasubag Humas Aiptu Januarius Mau, Kamis
(22/11/2012).




Januarius menjelaskan, Antonius sudah mengaku bahwa
dia yang membunuh istrinya. Sesuai pengakuan Antonius, saat kejadian
tersangka sempat memukul leher bagian kanan korban.




Pukulan itu
menyebabkan Yance jatuh ke lantai dan pingsan. Tersangka kemudian panik,
lalu menyeret tubuh korban, lantas dibuang ke dalam lubang kosong yang
disiapkan untuk WC.




"Jadi, korban dibuang dalam kondisi hidup.
Sehingga, korban meninggal karena ketiadaan oksigen saat di dalam
lubang. Memang ada bekas pukulan pada bagian leher korban," ujar
Januarius.


Beberapa organ tubuh korban sudah diambil untuk
diperiksa di Labfor Polda Bali, untuk mengetahui secara persis penyebab
kematian korban.

Antonius dijerat pasal 351 dan 338 KUHP, serta
UU Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT). "Pelaku masih ditahan sambil
menunggu proses hukum kasus pembunuhan itu," imbuhnya.




Yance
ditemukan membusuk dalam lubang kosong yang disiapkan untuk WC, setelah
dibunuh suaminya, Antonius Sinaga. Korban menghilang sejak 29 Oktober
2012, dan jenazahnya baru ditemukan, Selasa (20/11/2012).




Bukan Asli Marga Sinaga



Sementara,
keluarga besar Sinaga yang ada di Kupang menyatakan, Antonius Sinaga
(42), tersangka kasus pembunuhan terhadap istrinya, bukan berasal dari
marga Sinaga. Tersangka selama ini hanya mengunakan nama Sinaga, tapi
bukan aliran darah Sinaga.




"Selama ini memang dia dekat dengan
marga Sinaga di Kupang, tapi bukan asli marga Sinaga. Kami tidak ingin
marga Sinaga tercoreng dengan perbuatan tersangka," tutur Ketua Keluarga
Besar Sinaga Kota Kupang MM Sinaga, ketika mendatangi redaksi Pos Kupang, Kamis (22/11/2012).




Ia
menjelaskan, Antonius aslinya berasal dari Nias, lalu merantau ke
Flores dan Kupang. Di Kupang, Antonius mendekatkan diri dengan keluarga
bermarga Sinaga.




Selama 20 tahun berada di Kupang dan menyandang nama Sinaga, Antonius selalu bersama dengan keluarga Sinaga.

Namun,
karena sudah terlibat berbagai kasus tindak pidana, maka keluarga
Sinaga di Kota Kupang tidak lagi menerima Antonius sebagai bagian dari
keluarga Sinaga.




(kompas.com)