Gaza Menang

Diposting oleh Unknown

Headline

Akhirnya gencatan senjata antara Israel dan Hamas yang
dimediasi Mesir tercapai pada Rabu malam (21/11), seperti diaporkan
Israel Defence Forces (IDF). Hamas menyatakan menang walaupun korban
banyak berjatuhan.




Kedua belah pihak menyetujui
perjanjian gencatan senjata. Israel mengakhiri penyerangan yang
menyebabkan ratusan orang mati di Jalur Gaza, sementara Hamas berjanji
tak akan meluncurkan roket ke wilayah Israel. Menteri Luar Neger Mesir
Mohamed Kamel Amr kemarin mengatakan gencatan senjata tercapai pada
pukul 19:00 Rabu.




Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menghentikan
Operasi Pillar Pertahanan ke Jalur Gaza, sebuah enclave Palestina
berpenduduk 1,7 juta jiwa yang berada di bawah pemerintahan Hamas sejak
2007. Operasi IDF dimulai sejak 14 November dengan serangan yang
menewaskan komandan sayap militer Hamas Ahmed Jabari. Serangan balasan
diluncurkan dari kota Gaza yang berbatasan dengan Israel.




“Tak
lama lagi, perjanjian gencatan senjata atas pertempuran di selatan,
mulai berlaku. Operasi Pillar Pertahanan selama delapan hari telah usai,
yang mengakibatkan kerusakan berat di pihak Hamas dan kemampuan
militernya,” tulis IDF di situs webnya, seperti ditulis portal Rusia,
RIA Novosti Kamis dini hari (22/11).




“Sebagai hasil operasi IDF,
peralatan komado dan kontrol Hamas rusak berat. Termasuk infrastruktur,
berbagai fasilitas, markas militer, dan terowongan-terowongan
penyelundupan Hamas, hancur,” tambah pernyataan IDF.


Pemimpin
sayap politik Hamas Khaled Meshaal mengatakan genjatan senjata ini
adalah kemenangan bagi warga Palestina. Bersamaan dengan
ditandatanganinya perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Gaza
(Hamas), kungkungan enclave disepakati dibuka. Semua titik lintasan
perbatasan Gaza dengan dunia luar dibuka sejak 24 jam setelah gencatan
senjata berlaku. Menurut Meshaal berarti blokade Gaza berakhir sudah.




“Israel
sendiri yang mencabut blokade Jalur Gaza dan berjanji berhenti
membunuh,” ujar Meshaal. “Agresi Israel terakhir menunjukkan bahwa
resistensi adalah pilihan ideal bagi pembentukan negara Palestina. Hasil
yang sudah kita capai adalah kemenangan bagi seluruh rakyat Palestina
dan juga kemenangan bagi dunia Arab,” kata Meshaal.




Meshaal
mengucapkan banyak terima kasih kepada Presiden Mohamed Mursi yang
berhasil menjadi mediator Hamas dan Israel dalam proses gencatan
senjata. Palestina akan taat kepada perjanjian gencatan senjata jika
Israel melakukan hal yang sama.




Padahal sebelum gencatan senjata
disetujui, setidaknya ada 18 orang terluka karena sebuah bom meledak di
sebuah bus di Tel Aviv, Rabu siang. Sementara Palestina berduka, karena
serangan Israel selama delapan hari memangsa nyawa 160 orang Palestina.
Di pihak Israel hanya lima orang yang mati kena bom, sementara yang
luka-luka tercatat 240 orang.




Selama invasi Israel 2008-2009 di
Gaza sudah 1.400 warga Palestina kehilangan nyawa, mayoritas warga
sipil. Korban mati di kalangan Israel hanya 13 orang dalam invasi yang
berdurasi 22 hari itu.